This is a continuation of the links below:
Speed Mathematics (secret skills for quick calculation) by Bill Handley
By using the same method, we can multiply numbers greater than 10.
Let's try an example:
96 x 97 =
What do we take these numbers up to? How many more to make what? One hundred. So we write 4 under 96 and 3 under 97.
What do we do now? We take away diagonally. 96 minus 3 or 97 minus 4 equals 93. This is the first part of your answer. What do we do next? Multiply the numbers in the circles. Four times 3 equals 12. This is the last part of the answer. The full answer is 9312.
Which method is easier, this method or the method you learned in school? This method, definitely.
Hope this's useful for you. More methods will be appear in the next post! ^^
Showing posts with label Mathematics. Show all posts
Showing posts with label Mathematics. Show all posts
Speed Mathematics (secret skills for quick calculation) by Bill Handley
This is a rapid method of counting that I have outlined.
For the 1st time, I'll tell You about how Multiplying numbers upt to 10. I know you do not need to use this method in the calculation using only 2 digits, but it is important to study because it is the basis of the method itself.
Let's learn it!
We will begin by learning how to multiply numbers up to 10 x 10.
This is how it works:
We'll take 7 x 8 as an example.
Write 7 x 8 = down on a piece of paper and draw a circle below each number to be multiplied.
Now go to the first number to be multiplied, 7. How many more do you need to make 10? The answer is 3.
Write 3 in the circle below the 7. Now go to the 8. What do we write in the circle below the 8? How many more to make 10? The answer is 2. Write 2 in the circle below the 8.
Your work should look like this:
Now subtract diagonally. Take either one of the circle numbers (3 or 2) away from the number, not directly above, but diagonally above, or crossways. In the other words, You either take 3 from 8 or 2 from 7. You only subtract one time, so choose the subtraction you find easier. Either way, the answer is the same, 5. This is the first digit of your answer.
8 - 3 = 5 or 7 - 2 = 5
Now multiply the numbers in the circles. Three times 2 is 6. This is the last digit of your answer. The answer is 56. This is how the completed problems look.
If you know the 2 timestable reasonably well, You can easily master the tables up to the 10 times table, and beyond. Let's try another example, 8 x 9.
How many more to to make 10? The answer is 2 and 1. We write 2 and 1 in the circles below the numbers. What do we do now? We subtract diagonally.
8 - 1 = 7 or 9 - 2 = 7
Seven is the first digit of your answer. Write it down. Now multiply the two circled numbers
2 x 2 =1
Two is the last digit of the answer. The answer is 72.
Isn't that easy? I'll tell You more in the next post. :)
Source: Speed Mathematics (secret skills for quick calculation) by Bill Handley
For the 1st time, I'll tell You about how Multiplying numbers upt to 10. I know you do not need to use this method in the calculation using only 2 digits, but it is important to study because it is the basis of the method itself.
Let's learn it!
We will begin by learning how to multiply numbers up to 10 x 10.
This is how it works:
We'll take 7 x 8 as an example.
Write 7 x 8 = down on a piece of paper and draw a circle below each number to be multiplied.
Now go to the first number to be multiplied, 7. How many more do you need to make 10? The answer is 3.
Write 3 in the circle below the 7. Now go to the 8. What do we write in the circle below the 8? How many more to make 10? The answer is 2. Write 2 in the circle below the 8.
Your work should look like this:
Now subtract diagonally. Take either one of the circle numbers (3 or 2) away from the number, not directly above, but diagonally above, or crossways. In the other words, You either take 3 from 8 or 2 from 7. You only subtract one time, so choose the subtraction you find easier. Either way, the answer is the same, 5. This is the first digit of your answer.
8 - 3 = 5 or 7 - 2 = 5
Now multiply the numbers in the circles. Three times 2 is 6. This is the last digit of your answer. The answer is 56. This is how the completed problems look.
If you know the 2 timestable reasonably well, You can easily master the tables up to the 10 times table, and beyond. Let's try another example, 8 x 9.
How many more to to make 10? The answer is 2 and 1. We write 2 and 1 in the circles below the numbers. What do we do now? We subtract diagonally.
8 - 1 = 7 or 9 - 2 = 7
Seven is the first digit of your answer. Write it down. Now multiply the two circled numbers
2 x 2 =1
Two is the last digit of the answer. The answer is 72.
Isn't that easy? I'll tell You more in the next post. :)
Source: Speed Mathematics (secret skills for quick calculation) by Bill Handley
“Bilangan Keramat” Baru Dalam Matematika
Posted by
Dewi Mulyani
|
Monday, March 18, 2013
|
Labels:
General Knowledge,
Mathematics,
Technology
|
0
comments
Matematika kini punya bilangan keramat baru, yakni 6,28. Bilangan keramat ini diperkenalkan oleh Bob Palais pada tahun 2001 sebagai pengganti 3,14 atau Pi yang biasa dikenal dalam perhitungan keliling dan luas lingkaran. Tahun lalu, bilangan keramat baru itu resmi dinamai “Tau” dan tanggal 28 Juni diperingati sebagai “Hari Tau”.
Kalau Pi adalah rasio antara keliling lingkaran dan diameternya, 6,28 atau Tau adalah rasio antara keliling lingkaran dan jari-jarinya. Bilangan keramat itu dinilai lebih sakti daripada Pi sehingga dinobatkan sebagai pengganti. Bila bilangan keramat tersebut digunakan, beberapa konsep matematika menjadi lebih sederhana sehingga mudah dimengerti.
Kevin Houston, pendukung Tau dan matematikawan dari University of Leeds, Inggris, menerangkan dalam video di YouTube tentang kelebihan Tau. “Ketika mengukur sudut, matematikawan tidak menggunakan derajat, tetapi radian. Ada 2Pi radian dalam satu lingkaran. Ini berarti seperempat lingkaran setara dengan 1/2Pi. Ini berarti, seperempat setara dengan setengah. Ini gila,” katanya.
“Mari kita pakai Tau. Seperempat lingkaran sama dengan seperempat Tau. Seperempat ya setara dengan seperempat. Bukankah ini lebih mudah untuk diingat? Demikian juga, tiga perempat lingkaran juga sama dengan tiga perempat Tau. Hal ini akan mencegah pelajar matematika, fisika dan teknik mengalami kesalahan konyol,” terang Houston.
Dalam artikel berjudul “Pi is Wrong” di mana bilangan 6,28 diperkenalkan tahun 2001,
Matematika Di Balik Pembunuhan Berantai
Salah satu pelaku pembunuhan berantai terkenal adalah Andrei Romanovich Chikatilo. Pria asal Ukraina tersebut selama 12 tahun melakukan pembunuhan terhadap 53 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak, sebelum akhirnya ditahan di Rostov pada tahun 1990 dan dieksekusi di penjara Novocherkassk pada tahun 1994.
Peneliti dan matematikawan baru-baru ini melakukan analisis terhadap tindakan pembunuhan Chikatilo, yang dijuluki “Si Pencabik Merah”. Analisis dilakukan dengan melihat interval waktu pembunuhan. Peneliti juga melihat faktor neurologi (saraf) yang bisa menjadi pemicu dilakukannya tindak pembunuhan.
Mikhail Simkin dan Vwani Roychowdhury, peneliti yang juga merupakan insinyur elektronika dari Universitas California di Los Angeles, memulai penelitian dengan membuat grafik yang menunjukkan waktu pembunuhan. Grafik terlihat konsisten dengan periode panjang tanpa pembunuhan diikuti oleh periode pendek dengan banyak pembunuhan.
Peneliti menemukan bahwa periode terpanjang tanpa pembunuhan adalah 2 tahun, sementara periode terpendek adalah 3 hari. Karena adanya ketidakteraturan, grafik yang tampak mirip anak tangga. Peneliti kemudian menjulukinya anak tangga setan, mengingat anak tangga ini merujuk pada kejahatan.
Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa interval pendek antarpembunuhan lebih umum dibandingkan periode panjang. Dan, yang mengejutkan, peneliti menemukan bahwa pola grafik mirip dengan pola kejang epilepsi. Ini membuat ilmuwan berpikir bahwa tindakan pembunuhan dipicu oleh proses yang serupa dengan epilepsi.
Kejang epilepsi disebabkan oleh loncatan arus listrik di sistem saraf pusat. Proses inilah yang diduga juga berlangsung pada Chikatilo. Peneliti memperkirakan bahwa loncatan arus listrik memicu efek psikotik yang menyebabkan Chikatilo akhirnya melakukan tindak pembunuhan.
Menurut peneliti, seperti diuraikan Physorg, Rabu (18/1/2012), kemungkinan loncatan listrik terjadi secara random kecil. Namun, loncatan bisa memacu loncatan lain sehingga mencapai ambang batas, disebut area pembunuhan. Jika ambang batas tercapai maka pada saat itulah pelaku mulai merencanakan tindakan pembunuhan.
Peneliti menduga, tindakan pembunuhan memiliki efek menenangkan, menyebabkan rangsangan saraf jatuh di bawah ambang batas. Namun, loncatan listrik diduga masih terjadi mendekati zona pembunuhan. Ini menjelaskan adanya pembunuhan dalam interval waktu yang dekat.
Sebab-sebab neurologis tindak pembunuhan masih berupa dugaan. Kelemahan dalam model adalah adanya interval satu hari dalam pembunuhan, sementara kenyataannya interval terpendek adalah tiga hari. Penelitian terhadap upaya pembunuhan yang gagal bisa membantu memecahkan.
Meski sangat sulit menemukan pola pembunuhan, hal ini harus dilakukan sehingga tindakan pembunuhan bisa dicegah. Bagaimanapun, selalu ada penjelasan dari tindakan pembunuhan yang tampak irasional. Hasil penelitian Simkin dan Roychowdhury bisa dilihat di arXiv, Cornell University.
Sumber : Physorg
Perempuan Lebih Jago Aritmatika?
REPUBLIKA.CO.ID, Perempuan, selama ini kerap dianggap lebih jago pada bidang terkait bahasa dan seni. Sementara kemampuan matematis dan ukuran dikira adalah milik para lelaki. Tapi ternyata, riset di Cina mendapatkan hasil yang berbeda.
“Sejumlah orang tua dan guru di Cina mengatakan anak perempuan mengerjakan aritmatika le bih baik dibanding anak laki-laki,” kata Xinlin Zhou, peneliti Beijing Normal University. Riset ini dilakukan dengan serangkaian uji coba terhadap anak-anak berusia delapan hingga 11 tahun, di 12 sekolah dasar di Beijing, Cina.
Hasilnya, anak-anak perempuan mengalahkan anak-anak lelaki, dalam berbagai bidang matematika. Seperti per ban dingan numerik, pengenalan angka paling besar dari dua angka, dan penyusunan deret angka.
Anak-anak lelaki, pada riset tersebut terpantau lebih unggul saat diminta merotasi gambar gambar tiga dimensi. “Keunggulan anak perempuan dalam keterampilan verbal, mengantarkan proses yang lebih efisien dalam aritmatika,” kata Zhou. Sementara bagi anak-anak lelaki, strategi verbal digunakan untuk mempelajari istilah matematika, di saat anak perempuan berlatih keterampilan spasial.
Dari situs www.otakunggul.com, riset Howard Gardner merumus kan teori tentang kecerdasan. Psikolog dan pakar ilmu saraf ini, menyebut teorinya d ngan ‘Multiple Intelligences’ alias kecerdasan majemuk. Dalam teori itu, ada tujuh kecerdasan majemuk yang dipetakan. Yaitu kecerdasan visual atau spasial, verbal atau linguistik, matematis atau logika, badan atau kinestetik, musik atau ritme, intrapersonal, dan interpersonal.
Merujuk teori Gardner, kemampuan matematika sangat mengandalkan akal, logika, dan angka. Pembelajar tipe ini berpikir konseptual dalam pola logis dan numerik, untuk membuat hubungan antara potongan informasi. Orang dengan kecerdasan tipe ini cenderung selalu ingin tahu dunia di sekitar mereka, mengajukan banyak pertanyaan dan suka melakukan eksperimen.
Mencari "Ujung" Pi
Simbol Pi
KOMPAS.com - Pi alias 3,14 sudah tak asing. Hampir setiap orang pernah memakainya, setidaknya semasa sekolah untuk menghitung luas lingkaran atau volume bola.
Meski demikian, tak banyak yang tahu tentang Pi, proses penemuannya hingga misteri yang sampai sekarang belum terpecahkan. Banyak yang cuma menggunakan atau menghafalkannya, tanpa memaknai.
Rabu (14/3/2012) adalah waktu yang tepat untuk mengenal Pi. 14 Maret selalu diperingati sebagai Pi Day. Tanggal ini dipilih sebab dalam format penulisan bulan/tanggal (3/14) tepat merepresentasikan Pi.
Pi telah dikenal selama 4000 tahun. Pi merepresentasikan hubungan antara keliling dan diameter lingkaran. Meski demikian, belum diketahui siapa yang sebenarnya menemukan Pi.
Angka Pi yang dikenal saat ini, 3,14, adalah pembulatan. Sebenarnya, angka Pi adalah 3,141592653.... Ujung Pi, alias angka desimal dari Pi belum ditemukan.
Perlombaan menemukan Pi yang seakurat mungkin alias sebanyak-banyaknya angka di belakang koma dalam Pi adalah salah satu yang menarik untuk diamati.
Masyarakat Babilonia yang melakukan penghitungan menyebutkan bahwa angka Pi adalah sedikit lebih besar dari 3. Besarnya kira-kira 3 1/8 atau 3,125.
Sementara, matematikawan Mesir melakukan penghitungan lagi dan menemukan bahwa Pi adalah 3,16049. Kedua angka tersebut tentu saja belum akurat.
Matematikawan Yunani, Archimedes of Syracrus (287-212 SM), mulai mendekati keakuratan. Dengan menggunakan poligon, ia menyatakan bahwa Pi adalah 3,1485.
Di belahan timur, matematikawan Cina Zhu Chongzhi (429-500 M), semakin mendekati keakuratan. Ia menyatakan dalam pecahan bahwa Pi adalah 355/113 atau 3,1415929.
Kemajuan pencarian Pi mulai terjadi abad 15 dan 17. Matematikawan India (Madhava) dan Jerman (Gottfried Leibniz) menemukan seri Madhava-Leibniz. Pi dinyatakan hingga 11 angka di belakang koma.
Tahun 1707, mulailah diperkenalkan lambang Pi dalam aksara Yunani. William Jones, matematikawan dari Welsh, adalah yang mengenalkannya. Meski demikian, lambang itu baru dipopulerkan oleh Leonhard Euler pada 1737.
Hingga sebelum era komputer, perhitungan Pi yang paling akurat adalah yang dilakukan D.F Ferguson. ia berhasil menghitung nilai Pi hingga 620 angka di belakang koma.
Pada era selanjutnya, kemajuan besar diperoleh. Tahun 1947, perhitungan dengan kalkulator membuahkan hasil nilai Pi hingga 710 angka di belakang koma.
Sementara itu, Takahashi Kanada pada tahun 1999 berhasil menghitung hingga 206.158.430.000 angka di belakang koma dengan Hitachi SR800. Tim Universitas Tokyo berhasil menghitung hingga 1.241.100.000.000 angka di belakang koma.
Rekor terbaru dipegang oleh oleh Shigeru Kondo dan Alexander Yee yang dengan superkomputernya berhasil menghitung Pi hingga 5 triliun angka di belakang koma.
Kondo dan Yee membutuhkan waktu 90 hari untuk menghitung Pi hingga 5 triliun angka di belakang koma. Sebanyak 20 hard disk eksternal dibutuhkan. Verfikasi membutuhkan waktu 68 jam.
Hingga kini, ujung dari Pi belum ditemukan. Bahkan, Pi mungkin tak memiliki ujung. Satu per satu rekor penghitungan Pi akan terkalahkan seiring waktu.
Sementara Pi masih digemari dan berbagai kalangan, kini dikenal Tau. Nilai Tau adalah 2 kali Pi, alias sekitar 6,28. Bilangan ini mulai dikenalkan sejak tahun 2001 dan mulai mendapat banyak dukungan.
Tau dianggap memiliki kelebihan dibanding Pi. Salah satunya, Tau dianggap lebih mudah dipahami dibanding Pi sehingga membantu awam dalam memahaminya.
Entah Pi atau Tau yang dipilih, peringatan Hari Pi bisa menjadi kesempatan bagi siapa pun, terutama oranguta dan pendidik, untuk mengenalkan matematika.
Ada banyak cara untuk merayakannya. Massachusets Institute of Technology, misalnya, mengirimkan surat keputusan pada calon mahasiswa pada Pi Day pukul 6.28 waktu setempat. Ini semacam kompromi antara Tau dan Pi.
Di Indonesia, beragam kegiatan sederhana bisa dilakukan. Permainan yang membantu mengkomunikasikan konsep Pi bisa dilakukan di kelas atau di rumah.
Berhitung cepat dengan metode gasing
Posted by
Dewi Mulyani
|
Thursday, February 7, 2013
|
Labels:
General Knowledge,
Mathematics,
Technology
|
0
comments
\(≧o≦)/ Konnichiwaaaaa
Udah lama gak bloging, sekarang pengen bloging lagi. gimana kabar temen-temen? semoga masih pada semangat belajarnya
\(≧∇≦)/ Kali ini saya mau sharing cara berhitung cepat dengan metode gasing. apa itu metode gasing? jujur saya juga gatau karena belum dipraktekin, saya cuma tau dari temen yang punya akun
https://www.facebook.com/junichiro.kyoshi
katanya dia mampu mengerjakan soal ini: 976+678=1654 dalam waktu 12 detik. \(≧∇≦)/ waaaaaa
saya rasa ini sangat berguna bagi orang yang mau tes kerja yang mengharuskan kita mengerjakan perhitungan dalam waktu singkat. Dan tentunya metode ini juga pasti berguna untuk seluruh kalangan masyarakat karena sampai di manapun matematika akan selalu berguna (゜◇゜)
Langsung aja nih saya kasih link youtube nya:
Penjumlahan 1-9
Penjumlahan 10-20
Penjumlahan 2 digit
Penjumlahan 3 digit
Oh iya, untuk menguasai trik lebih lanjut dan lengkapnya kebetulan dalam jangka waktu dekat pada tanggal 8, 9, 10 maret 2013 ini akan diadakan pelatihan matematika gasing di Bandung.
Info lebih lanjut, klik link di bawah ini.
Matematika Gasing
Udah lama gak bloging, sekarang pengen bloging lagi. gimana kabar temen-temen? semoga masih pada semangat belajarnya
\(≧∇≦)/ Kali ini saya mau sharing cara berhitung cepat dengan metode gasing. apa itu metode gasing? jujur saya juga gatau karena belum dipraktekin, saya cuma tau dari temen yang punya akun
https://www.facebook.com/junichiro.kyoshi
katanya dia mampu mengerjakan soal ini: 976+678=1654 dalam waktu 12 detik. \(≧∇≦)/ waaaaaa
saya rasa ini sangat berguna bagi orang yang mau tes kerja yang mengharuskan kita mengerjakan perhitungan dalam waktu singkat. Dan tentunya metode ini juga pasti berguna untuk seluruh kalangan masyarakat karena sampai di manapun matematika akan selalu berguna (゜◇゜)
Langsung aja nih saya kasih link youtube nya:
Penjumlahan 1-9
Penjumlahan 10-20
Penjumlahan 2 digit
Penjumlahan 3 digit
Oh iya, untuk menguasai trik lebih lanjut dan lengkapnya kebetulan dalam jangka waktu dekat pada tanggal 8, 9, 10 maret 2013 ini akan diadakan pelatihan matematika gasing di Bandung.
Info lebih lanjut, klik link di bawah ini.
Matematika Gasing
Subscribe to:
Posts (Atom)





